Tunggu Hasil Survey, Koalisi Umat Belum Tentukan Nama Calon

Foto : CP-06
DEKLARASI KOALISI UMAT. Koalisi Umat yang di dalamnya ada Gerindra, PKS dan PAN resmi dideklarasikan, Senin (14/11) di salah satu hotel di Jalan Siliwangi.

KEJAKSAN – Koalisi Umat yang telah resmi dideklarasikan menjadi perhatian semua pihak. Pasalnya, partai lain menunggu siapa calon yang akan diusung oleh Koalisi Umat untuk bertarung  dalam Pilkada tahun 2018 mendatang. Atas hal tersebut, PKS, Gerindra dan PAN bersepakat untuk melakukan survei secara bersama kepada semua bakal calon yang ada di dalam koalisi. Sedikitnya ada 7 nama bakal calon di Koalisi Umat diantaranya H Karso (PKS), Heru Cahyono, Dede Muharam, Ali Rachman (Gerindra), Dani Mardani, Fifi Sofiyah, Sumardi (PAN). Namun demikian, tidak menutup kemungkinan ada calon eksternal di Koalisi Umat.

Ketua DPD PKS Kota Cirebon, H Karso kepada Cirebonpos, Selasa (14/11) mengungkapkan, sesuai dengan kesepakatan bersama bahwa didalam Koalisi Umat ada kesetaraan serta egaliter, dimana fokus utamanya untuk menang dalam Pilkada 2018 mendatang. Oleh karena itu, kata dia, bakal calon yang ada didalam Koalisi Umat akan diprioritaskan. Namun, apabila dalam kajian ternyata pihaknya membutuhkan calon dari eksternal, maka, pihaknya akan mengambil calon eksternal yang paling berpeluang besar untuk menang.

“Kami tetap akan mengutamakan calon dari dalam Koalisi Umat, yang tentunya akan melalui mekanisme hasil survey,” ungkapnya.

Karso mengatakan, untuk survey terhadap bakal calon yang ada akan segera dilakukan. Dimana nanti calon dari Koalisi Umat harus ada identitas keumatannya. Yang menjadi ciri khas PKS dari segi keumatan, nasionalis dan religius. Semua bakal calon memiliki peluang yang sama. Jika bakal calon dari Gerindra berpeluang menang, secara otomatis PKS dukung.

“Didalam koalisi Umat kita menghilangkan ego partai masing-masing, yang berpeluang menang kita usung. Baik Dede muharam, Ali rahman, Heru cahyono, Karso ataupun Dani Mardani,” paparnya.

Masih kata Karso, dirinya menyakini kedepan akan ada partai lain yang akan bergabung dengan Koalisi Umat. Mungkin salah satunya Partai Golkar yang sudah melakukan komunikasi secara intens.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra, H Eman Sulaeman mengatakan, pihaknya akan segera melakukan survey menggunakan lembaga Polmark untuk menentukan calon didalam Koalisi Umat. Yang penting semangat menang terus mengalir dengan tidak adanya ego di masing-masing partai. Calon yang akan Koalisi Umat usung, kata Eman  akan bisa membawa Kota Cirebon menjadi lebih baik.

“Partai Gerindra dominan untuk bakal calon, bisa salah satunya bahhkan tidak ketiganya. Semua bisa saja terjadi, yang penting kalkulasi menang jelas,” ujarnya.

Senada, Ketua DPD PAN Kota Cirebon, Dani Mardani menuturkan, partai didalam Koalisi Umat akan mengusulkan para bakal calon yang terjaring melalui mekanisme partai masing-masing, seperti PAN ada 3, Gerindra ada 3, dan PKS ada 1. Didalam Koalisi Umat tidak ada yang superior, dimana memiliki hak yang sama untuk mengusulkan para bakal calon. Kesepahaman yang paling mutlak didalam koalisi ini adalah prinsip kesetaraan.

“Partai Gerindra, PKS, dan PAN berhak mengusulkan, membahas, dan menyetujui pasangan calon walikota dan wakil walikotanya,” katanya.

Masih kata Dani, calon akan dipilih melalui beberapa pertimbangan, salah satunya hasil survey dan kesiapan. Selepas deklarasi ini, pihaknya akan terus berlanjut ke tahap berikutnya. Pembahasan didalam koalisi akan terkoordinasikan ke DPW maupun DPP. Jadi, pihaknya tidak bisa memutuskan sendiri, tentunya harus melalui persetujuan dari DPP. Dan sangat dimungkinkan ada calon dari eksternal yang akan diusung oleh Koalisi Umat, sepanjang disetujui oleh bersama.

“Semua akan dibahas bersama dengan keterbukaan,” tuturnya. (CP-06)

Be the first to comment on "Tunggu Hasil Survey, Koalisi Umat Belum Tentukan Nama Calon"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*