Tak Pernah Berikan Laporan, RSUD Gunung Jati Diganjar SP 1

Foto : CP-06
TUNJUKAN SP 1. Ketua Komisi III DPRD, Doddy Ariyanto tunjukan Surat Peringatan (SP) 1 Dinas Kesehatan kepada RSUD Gunung Jati yang tak pernah beri laporan tertulis pasca jadi UPT, Jumat (8/9) di Griya Syawala.

KEJAKSAN – Perubahan status RSUD Gunung Jati Cirebon menjadi UPT dibawah Dinas Kesehatan sejak awal tahun 2017 lalu menjadi persoalan baru. Pasalnya, Dinas Kesehatan ┬áper tanggal 29 Agustus tahun 2017 melayangkan Surat Peringatan (SP) I dengan Nomor Surat: 700/2656-Dinkes. Pasalnya, berdasarkan hasil evaluasi, sampai dengan surat tersebut dikirimkan, UPT RSUD Gunung Jati belum pernah menyampaikan laporan tertulis kepada Dinas Kesehatan pasca diberlakukannya SOTK yang baru. Meskipun bergani Direktur dan jajaran yang baru, RSUD Gunung Jati tetap tak berubah dan mengabaikan begitu saja kehadiran Dinas Kesehatan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, dr Doddy Ariyanto kepada Cirebonpos, Jum’at (8/9) mengungkapkan, surat peringatan I dari Dinas Kesehatan menunjuian ketidak patuhan rumah sakit terhadap Dinas Kesehatan sebagai wujud adanya SOTK baru sesuai UUD Nomor 2 tahun 2015. Akan tetapi, kata dia, jika melihat Perwalinya, saat ini masih dalam tataran administratif berkaitan dengan ko koordinasi dinas dan rumah sakit. Kalau koordinasi administrasi memunculkan sebuah surat peringatan, kata Doddy, berarti ada proses pembangkangan dari pihak RSUD Gunung Jati.

“Ini yang tidak pas. Kenapa antara rumah sakit dengan Dinas Kesehatan malah seolah-olah menganggap ada proses pembangkangan. Kita akan tindak lanjuti,” ujarnya.

Lembaga DPRD, kata dia, pernah meminta DPA RSUD Gunung Jati untuk pengawasan kinerja dan pengawasan, malah ditolak oleh Dinas Kesehatan. Kemudian, lanjut Doddy, surat peringatan tersebut, bisa jadi dari segi keuangan, sudut pandang rencana kerja dan sebagainya. Dirinya melihat, bahwa ada UUD baru masih berlaku direktur yang lama, dan pada saat pergantian direktur ada komunikasi yang dilakukan oleh seorang Dinas Kesehatan kepada rumah sakit. Bukan malah, kata dia, menjadi komunikasi instruktif.

“Seharusnya komunikasi secara bersama-sama saling mengerti. Ternyata tidak ada perubahan pada saat direktur lama ke direktur baru rumah sakit,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Gunung Jati Cirebon, dr H Bunadi yang siang tadi berada di Gedung DPRD Kota Cirebon tidak memberikan keterangan apapun atas keluarnya Surat Peringatan I dari Dinas Kesehatan kepada RSUD Gunung Jati. (CP-06)

Be the first to comment on "Tak Pernah Berikan Laporan, RSUD Gunung Jati Diganjar SP 1"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*