“Skandal” Pejabat dan Oknum PNS di Kota Cirebon (1)

Foto : Ilustrasi Perselingkuhan.

Foto : Ilustrasi
Perselingkuhan.

Menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) maka ia harus berkomitmen menjadi pelayan masyarakat. Bukan pelayan pejabat. Apalagi memberikan pelayanan di luar tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang bahkan nyerempet perbuatan dosa dengan melayani kebutuhan biologis atasannya tersebut. Pada tulisan Sisi Gelap kali ini, tidak akan menyampaikan nama dan instansi secara vulgar, namun akan mengulas kasus tersebut sebagai perhatian bagi semua pihak yang terkait.

PEPATAH bijak menyatakan demikian, “Banyak orang mampu menghadapi ujian kesulitan dan kesengsaraan dalam hidup, namun sedikit orang yang mampu menghadapi ujian kenikmatan, jabatan dan kekuasaan.” Rasanya, ungkapan tersebut mere[resentasikan bagaimana kehidupan para pesohor, pengusaha, anggota DPR/DPRD  dan termasuk pejabat tinggi di pemerintahan baik di tingkat pusat maupun daerah.

Termasuk halnya yang terjadi di Kota Cirebon. Ada pejabat di Kota Cirebon—sebut saja Don Juan—nama samaran yang kini terlibat skandal dengan oknum PNS perempuan di salah satu SKPD besar, sebut saja Malena—juga bukan nama sebenarnya. Menariknya skandal yang dijalin Malena sang pejabat tersebut bukanlah kali pertama baginya. Sebab, sebelumnya ia telah menjalin “Cinta Terlarang” dengan bawahan Don Juan tersebut dalam waktu yang tidak singkat. Dan juga banyak menyisakan cerita, intrik dan lain-lain.

Boleh jadi sampai dengan diturunkannya Sisi Gelap kali ini skandal antara Malena dan Don Juan masih sedang panas-panasnya. Ibaratnya, mereka seperti sepasang “pengantin baru”di musim hujan tiba. Yang ditunggu hanya satu, tidak lain dan tidak bukan: malam yang dingin dan gelap.  Sebagai gambaran, Malena yang terbilang perempuan nekad itu sangat lihai dalam mengatur waktu bagaimana ia dapat memberi pelayanan kepada bawahan Don Juan ketika itu di hari-hari kerja, sekaligus ia jalankan sebagai seorang istri.

Ya, Malena ini bukan seorang gadis dan bukan janda. Ia adalah PNS perempuan yang berstatus sebagai istri seseorang. Bahkan, suami Malena ini juga sebagai pegawai di instansi pemerintah yang merupakan sebuah lembaga vertikal dan juga berkantor di Kota Cirebon.  Yang pasti mengenai bagaimana Malena? Ia adalah perempuan yang cantik, dan tentu diinginkan begitu banyak pria.

Buktinya apa yang dilakukan Malena dengan bawahan Don Juan pun bukan tanpa hasil dari sisi materi. Untuk memenuhi gaya hidupnya ia pun sudah mendapatkan banyak.  Putusnya hubungan Malena dengan bawahan Don Juan akibat persoalan privasi ternyata bukannya membukakan matanya agar kembali ke jalan yang lurus. Menjalankan tugasnya sebagai PNS dan istri, namun “jam terbang” yang tinggi dalam “memperdaya” laki-laki malah ia manfaatkan untuk melompat lebih tinggi.

Jika sebelumnya ia mampu menaklukkan seseorang demi untuk materi dan kesenangan semata. Saat ini, Malena tak hanya mendapatkan kedua hal itu, namun ia malah mendapat “bonus” spesial dalam karirnya sebagai seorang PNS. Sebab, saat ini ia telah mendapatkan “pena sakti” yang dapat dia gunakan untuk menulis sendiri, di ruang mana ingin ia singgahi dan pekerjaan apa yang layak dia kerjakan. Namun tanpa sadar, Malena ibarat Pandora yang telah mendapatkan hadiah kotak yang terlarang untuk dibuka, tapi tetap ia buka. Maka, segala bentuk keburukan di dunia pun keluar dari kotak itu. Ia telah melepaskan teror. Termasuk bagi sang Don Juan. (bersambung).(SGCP-01)

 

 

1 Comment on "“Skandal” Pejabat dan Oknum PNS di Kota Cirebon (1)"

  1. Lili Heraputeri | February 1, 2016 at 3:57 pm | Reply

    di mana nilai agama mu…

Leave a comment

Your email address will not be published.


*