Sambut Malam Lailatul Qodar, Keraton Kasepuhan Gelar Tradisi Saji Maleman

Foto : Ist
TRADISI SAJI MALEMAN. Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat lepas rombongan kegiatan Saji Maleman ke Makam Sunan Gunung Jati, Kamis (15/6).

LEMAHWUNGKUJ – Memasuki hari ke 20 di bulan suci ramadhan, ibu-ibu bersama para wargi yang dipimpin oleh Raden Ayu Isye Natadiningrat melaksanakan tradisi Saji Maleman yang bertempat di Keraton Kasepuhan Cirebon, Kamis (15/6). Tradisi tersebut dalam rangka menyambut malam Lailatul Qodar, tentunya harus dalam keadaan wangi, bersih dan riang gembira. Adapun perlengkapan tradisi Saji Maleman di bawa para Karman dari Keraton Kasepuhan ke Astana Gunung Jati.

Sultan Sepuh XIV PRA, Arief Natadiningrat SE menyebutkan, dalam tradisi tersebut ibu-ibu menyiapkan dan mengirim sejumlah barang seperti lilin, delepak, minyak kelapa, dan ukup ke astana gunung jati yang dibawa para Kaaman Astana Gunung Jati dengan cara berjalan dari Keraton Kasepuhan Cirebon sampai dengan ke Astana Gunung Jati.

“Semua itu akan dinyalakan setiap malam tanggal ganjil di bulan ramadhan ini,” paparnya.

Tradisi itu dikatakan olehnya, memiliki filosofi dalam menyambut malam Lailatul Qodar harus dalam keadaan bersih dan wangi serta hati yang gembira.

“Filosofi dari acara ini diartikan agar kita semua harus melek atau tidak tidur dan menyala terus sepanjang malam dengan sholat zikir doa dan membaca alquran,” jelasnya.

Dirinya pun berharap semoga seluruh ummat diberikan hidayah serta mendapatkan malam Lailatul Qodar pada bulan suci ramadhan 1438 hijriyah tahun ini.  (CP-02)

 

 

Be the first to comment on "Sambut Malam Lailatul Qodar, Keraton Kasepuhan Gelar Tradisi Saji Maleman"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*