Pengamat Anggap Aneh Gugatan Akta Perdamaian Dirut PD Pembangunan Atas Tanah Cipto

Foto : CP-02
PLANG TANAH CIPTO. Nampak beberapa pihak memasang plang kepemilikan pada sebidang tanah seluas 1700 m2 di Jalan Cipto Manunkusumo.

KESAMBIGugatan akta perdamaian yang diajukan Direkrur PD Pembangunan senilai Rp4 miliar atas sebidang tanah seluas kurang lebih 1700 m2 dan rencananya akan diputuskan besok oleh Pengadilan Negeri Cirebon, menurut pengamat hukum aneh dan rancu. Pasalnya, uang yang sudah diterima PD Pembangunan dari pembeli tanah cipto beberapa tahun yang lalu baru diajukan gugatan. Dan yang menggugat tanah tersebut bukan yang membeli yang sudah merasa dirugikan materiil dan dan moril sejak awal, melainkan PD Pembangunan yang menerima uang damai. Apalagi diketahui, tanah tersebut selain bersengketa, juga masuk proses hukum.

Pengamat Hukum, Ade Purnama SH mempertaanyakan langkah Direktur PD Pembangunan yang baru saat ini menggugat dengan atas dasar akta perdamaian atas tanah cipto. Dirinya pun menyebutkan, jika dalam hal ini ada sebuah bentuk kerancuan. Dimana, kata dia, ketika masalah ini mencuat mengapa baru sekarang pengambilan kembali atas hak PD Pembangunan dilakukan.

“Sebelumnya, ya tetap menerima yang Rp4 miliarnya, jelas kiranya pembeli merasa dirugikan. Ini ada semacam perencanaan jahat yang akhirnya pembeli dirugikan,” tuturnya.

Masih kata Ade, kalau pun ingin menggugat mengapa tidak memintakan pembatalan jual beli tanah yang sudah terjadi. Dan, mengapa akta perdamaian yang digugat seolah-olah dalam masalah ini yang mengalami kerugian adalah PD Pembangunan.

“Sudah  jelas-jelas kiranya PD Pembangunan menerima uang, tapi sekarang ingin dikembalikan yang sudah diterima dengan alasan yang tidak jelas,” tuturnya kepada Cirebonpos.

Secara logika, lanjut dia, saat ini menjadi terbalik. Karena, melihat kasus yang ada seharusnya yang  menggugat dan melaporkan adalah pembeli tanah tersebut karena jelas-jelas pembeli sangat dirugikan secara material. Maka jelas kiranya bila dilihat secara  material, namun, secara moril sejak awal pembeli tidak dapat menikmati tanah. Dan memang juga aneh, mengapa pembeli ternyata tidak melakukan tindakan apapun untuk mempertahankan yang sudah menjadi miliknya.

“Baru setelah adanya gugatan pembeli melakukan perlawanan. Ini ada kerancuan. Padahal secara gamblang, bahwa ketika terjadinya jual beli tanah tersebut adanya masalah. Akan tetapi tidak ada reaksi apapun dari pembeli,” tandasnya. (CP-02)

Be the first to comment on "Pengamat Anggap Aneh Gugatan Akta Perdamaian Dirut PD Pembangunan Atas Tanah Cipto"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*