Pembangunan Makam Modern di Patapan Diduga Gunakan Tanah Negara, Anggota Komisi I: Ada Penyalahgunaan Wewenang Beberapa Pihak

Foto : CP-02
MAKAM 5 AGAMA. Nampak gapura pintu masuk Desa Patapan Kecamatan Beber Cirebon sebagai lokasi pembangunan makam 5 agama di Kabupaten Cirebon.

CIREBON – Pembangunan makam modern yang berada di Desa Patapan Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon yang kedepannya akan menjadi pemakaman komersil di Wilayah Cirebon saat ini sedang di bangun dan terus dikebut pengerjaannya. Meski demikian, pemakaman modern yang diperuntukan komersil tersebut diduga dibangun diatas tanah negara. Bahkan, Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon juga menduga ada penyalahgunaan wewenang beberapa pihak dalam proses perizinannya. Pasalnya, Kabupaten Cirebon belum memiliki aturan soal pemakaman modern, apalagi sifatnya komersil.

Atas hal itu, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon, Supirman SH mengungkapkan, pemekaman modern itu diduga berdiri di atas tanah negara yang akan digunakan. Namun, hingga saat ini belum ditempuh prosedurnya oleh pihak pengembang. Tanah negara yang digunakan untuk pemakaman komersil itu seluas 6 hektare, menurutnya hal itu jelas sudah melanggar aturan. Karena pada pembangunan makam itu diperuntukan pemanfaatan untuk dikomersilkan.

“Selama aturan ditempuh, dan tidak melanggar aturan ya dipersilahkan membangun pemakaman,” jelasnya.

Kader Partai Hanura itu pun menjelaskan, bila luas lahan yang diperuntukan untuk makam modern itu berdiri diatas tanah seluas 17 hektare. Sebuah kegiatan, kata dia, harus memiliki landasan hukum yang jelas. Pasalnya, hingga saat ini legal standing untuk pembuatan makam modern itu belum diatur dalam peraturan daerah. Sehingga untuk usaha pemakaman modern belum ada regulasi yang jelas.

“Bila pemerintah ada usaha itu, ┬ámaka harus segera dibuatkan perdanya dulu,” katanya.

Dalam proses pembangunan makam modern ini, masih menurut Supirman, ada indikasi penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh beberapa pihak. Pasalnya, berbeda dengan Semarang dan Karawang yang telah memiliki aturan dasar di daerahnya. PT Pagoda selaku owner dalam kegiatan itu, kata dia, diharapkan untuk dapat menyelesaikan persoalan ini dan siap bertanggung jawab dalam kegiatannya. Karena, sampai dengan saat ini dirinya belum mengetahui izin yang diberikan kepada PT Pagoda sebagai izin dalam bentuk yang seperti apa pada pembangunan makam modern di Desa Patapan tersebut.

“Harapan masyarakat, pengusaha bisa cepat dalam menyelesaikan persoalan disekitar lahan berkaitan dengan lingkungan dan lainnya. Perdanya gak ada, kok bisa dizinkan membuat pemakaman komersil dengan harga yang luar biasa,” pungkasnya. (CP-02)

Be the first to comment on "Pembangunan Makam Modern di Patapan Diduga Gunakan Tanah Negara, Anggota Komisi I: Ada Penyalahgunaan Wewenang Beberapa Pihak"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*