Membahayakan, Dinkes Ngaku Sudah Tegur Pengusaha Soal Tumpukan Limbah Alat Medis

Foto : CP-02
LIMBAH ALAT MEDIS. Nampak pihak Dinas Kesehatan mengambil salah satu barang dari tumpukan limbah medis rumah sakit yang dibuang sembarangan di TPS Panguragan Cirebon.

CIREBON – Sejumlah tumpukan limbah alat medis yang berada di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar di Desa Panguragan Wetan, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon diduga berasal dari pengusaha limbah medis yang memanfaatkan alat bekas medis untuk hal lain seperti mainan alat suntik yang kerap kali diperjual belikan menyasar anak-anak. Limbah medis tersebut dari berbagai rumah sakit baik Cirebon, Jakarta dan beberapa daerah lainnya juga dibuang sembarangan.

Pantauan di lapangan, terlihat pula dari bekas bungkus obat limbah medis terdapat sejumlah rumah sakit yang ada di Cirebon dan Jakarta. Dimana limbah medis tersebut terdiri dari jarum suntik, botol obat, infus dan yang lainnya. Limbah medis tersebut jumlahnya sangat banyak, di khawatirkan limbah ini mencemari lingkungan dan membahayakan masyarakat sekitar. Tercantum pula pada limbah tersebut sejumlah rumah sakit di antaranya RS Mitra Plumbon, RSUD Duren Sawit, RS Iza Karawang, RS Pasar Minggu, Tasik, Lampung, Tanggerang.

Kepala Bidang Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, dr Edi mengatakan, bedasarkan investigasi setahun lalu terdapat pengusaha limbah medis yang ada di Desa Panguragan. Pihak pengusaha sempat mendapat teguran agar tidak membuang limbah medis sembarangan, namun hal itu kembali dilakukan.

” Hasil penyelidikan kami ┬ámemang ada pengusaha yang mengelola limbah medis. Kita sempat memberi teguran agar usahanya tidak diteruskan, apalagi membuangnya sembarangan, ternyata masih dan mengulangi hal serupa, ” ungkap Edi usai meninjau ke lokasi TPS liar di Desa Panguragan Wetan, Kamis (7/12).

Dikatakan Edi, limbah alat medis yang ada di TPS di duga berasal dari limbah rumah sakit yang sudah tidak terpakai. Dirinya sudah menghimbau kepada seluruh puskesmas dan rumah sakit yang ada di wilayahnya untuk melakukan Mou dengan  PT Wastek untuk memusnahkan limbah medis.

“Ini sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan, kami akan memanggil pihak terkait termasuk pengusaha guna membersihkan limbah medis ini, jangan sampai membahayakan banyak orang,” jelasnya.

Kepala Desa Panguragan Wetan, H Parida mengatakan, tanah yang digunakan sebagai lahan TPS milik Dinas Pengelola Sumber Daya Air (DPSDA) Cirebon. Dirinya mengakui limbah yang dibuang ke TPS mayoritas berasal dari pengusaha rongsok yang ada di Kecamatan Panguragan. Namun demikian, pihaknya mengaku tidak mengatahui secara persis pengusaha limbah medis yang membuang limbahnya secara sembarangan.

“Kami tidak mengetahui percis siapa yang sudah membuang sisa limbah medis ini,” ungkapnya. (CP-02)

Be the first to comment on "Membahayakan, Dinkes Ngaku Sudah Tegur Pengusaha Soal Tumpukan Limbah Alat Medis"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*