Mahasiswa Ingatkan Pemda Soal Tambang Liar

AKSI SOLIDARITAS. Puluhan mahasiswa pecinta lingkungan gelar aksi solidaritas atas terbunuhnya Salim Kancil.

AKSI SOLIDARITAS. Puluhan mahasiswa pecinta lingkungan gelar aksi solidaritas atas terbunuhnya Salim Kancil.

 

KESAMBIPuluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pecinta Lingkungan melakukan aksi diperempatan jalan bypass Brigdjen Dharsono Kota Cirebon. Aksi tersebut, dalam rangka solidaritas atas dibunuhnya aktivis lingkungan, Salim Kancil dipertambangan pasir Lumajang Jawa Timur. Dan meminta pemerintah daerah cirebon menjadikan pelajaran atas semua penambangan liar yang merusak lingkungan.

Dalam aksinya, mahasiswa membakar ban bekas ditengah perempatan Jalan Bypass serta mendapatkan kawalan dari pihak kepolisian untuk mengatur arus lalu lintas. Mereka menganggap, dalam kasus pembunuhan aktivis lingkungan Salim Kancil terjadi sangat brutal. Dimana, Salim Kancil dibunuh karena menolak adanya aktivitas penambangan pasir yang ada di Lumajang. Karena aktivitas tersebut sudah cukup membuat lingkungan rusak, tidak sampai disitu aksi masa menganggap ketidak mampuan pemerintah setempat dalam mengatur penambangan yang ada didaerah tersebut.

Karena penambangal ilegal yang dilakukan tersebut sudah memakan banyak hak-hak masyarakat menjadi dikorbankan. “Kami disini menekankan kepada pemerintah daerah untuk memperketat prosedural kepada pembuka lahan penambangan. Kami juga mengharapkan Polda Jatim untuk segera menuntaskan kasus ini yang sangat tidak sesuai hak asasi manusia dan juga Kapolri harus turun langsung untuk mengusut kasus sampai tuntas,” ungkap Ilham selaku koordinasi aksi.

Selain itu, bila tidak mampu mengusut tuntas kasus tersebut lebih baik cabut saja jabatan Kapolres Lumajan Jawa Timur dan harus transparan dalam menanganinya. Setelah semua aspirasi mahasiswa sudah diluapkan, akhirnya mahasiswa membubarkan diri secara damai. (CP-02)

Be the first to comment on "Mahasiswa Ingatkan Pemda Soal Tambang Liar"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*