Libur Lebaran, Per Hari 2000 Wisatawan Kunjungi Keraton Kasepuhan

Foto : Ist
Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan, PRA Arief Natadiningrat SE.

LEMAHWUNGKUK – Masa libur lebaran Idul Fitri 1438 H tahun ini dibeberapa titik destinasi wisata di Kota Cirebon mengalami peningkatan kunjungan, dimulai dari tempat wisata keluarga, sejarah dan lainnya. Seperti tempat wisata sejarah Keraton Kasepuhan yang mengalami lonjakan signifikan dimasa libur lebaran ini. Pasalnya, sejak (26/6) wisatawan yang berkunjung ke keraton dan Goa Sunyaragi per hari mencapai 2000 orang dibandingkan hari biasanya.

Nampak terlihat lahan parkir ditempat tersebut padat, yang menandakan jika antusias masyarakat untuk berkunjung ketempat wisata bersejarah ini mengalami peningkatan pasca penataan ulang serta pengelolaan yang semakin hari semakin baik dikeraton tertua di Cirebon ini.

“Rata-rata wisatawan yang berkunjung diangka 2000 per hari dik Keraton Kasepuhan ini,” ucap Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat SE.

Sedangkan untuk Goa Sunyaragi sendiri, kata dia, tidak jauh berbeda dengan Keraton Kasepuhan yang mengalami peningkatan kunjungan dimasa libur lebaran ini. Tercatat 2000 pengunjung per hari berkunjung ke Goa yang terbuat dari batu karang tersebut.

“Angka itu dimulai dari tanggal 26 Juni sampai dengan tanggal 29 Juni sekarang,” tandasnya.

Bila dibandingkan dengan kunjungan dihari biasa, dikatakan Arief jika di Goa Sunyaragi mencapai 700 orang pengunjung per hari dan di Keraton Kasepuhan sendiri sebanyak 500 orang per hari. Pasca dibukanya museum baru yang berada di Keraton Kasepuhan, dirinya mengatakan, jika wisatawan sangat mengapresiasi dan antusias melihat museum tersebut. Dimana, kata dia, menyimpan banyak barang-barang bersejarah yang dimulai dari zaman Sunan Gunung Jati.

“Kami bersyukur jika masyarakat selalu mendukung penataan Keraton Kasepuhan supaya lebih baik lagi,” pungkasnya. (CP-02)

Be the first to comment on "Libur Lebaran, Per Hari 2000 Wisatawan Kunjungi Keraton Kasepuhan"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*