Lakukan Penipuan dan Penggelapan, Polisi Ringkus Salah Satu Biro Travel Umroh Kota Cirebon

Foto : CP-02
TUNJUKAN BUKTI. Kapolsek Seltim Kota Cirebon bersama jajarannya tunjukan barang bukti penipuan salah satu Biro Travel Umroh, Jumat (15/9) di Mapolres.

HARJAMUKTI – Unit Reskrim Polsek Selatan-Timur Polres Cirebon Kota berhasil mengungkap praktek penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh salah satu Biro Perjalanan Travel Umroh yang ada di Kota Cirebon.

Pengungkapan tersebut berawal dari adanya laporan dua orang jamaah umroh yang menjadi korban. Kesal karena terlalu lama dijanjikan berangkat, namun tak kunjung terbang ke tanah suci untuk menunaikan ibadah umrah, mereka pun melaporkan hal tersebut. Dan setelah diselidiki kepolisian, praktek penipuan dan penggelapan oleh biro travel yang beralamat di Jalan Kalitanjung tersebut pun terbongkar.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar SIK MHUM MSM, melalui Kapolsek Seltim, Kompol Suwitno membenarkan, kasus tersebut. Pihaknya telah menangkap dan menetapkan satu orang yang merupakan pimpinan biro travel umrah sebagai tersangka.

“Ini biro travel untuk ibadah umrah yang melakukan penipuan dan ini sudah kita ungkap. Dan, setelah diselidiki kita sudah tetapkan pimpinannya berinisial ILF sebagai tersangka,” ungkap Suwitno saat melakukan gelar perkara di Mapolsek, Jumat (15/9).

Suwitno menuturkan, modus operandi dari kasus ini  bahwa seperti pada umumnya, para jamaah mendaftarkan diri di biro tersebut dengan cost sebesar Rp29 juta untuk satu orang. Setelah para jamaah sampai di tanah suci, pihak travel mengalami kekurangan biaya. Sehingga mengcovernya dengan biaya pendaftaran jamaah yang baru. Praktek yang sudah berjalan lama tersebut membuat para jamaah yang baru mendaftar namun tak kunjung diberangkatkan. Pasalnya, pihak travel sudah tidak memiliki biaya untuk memberangkatkan akibat sudah dipakai untuk mengcover kekurangan jamaah yang terlebih dahulu berangkat.

“Jadi, sistemnya gali lobang tutup lobang. Sampai akhirnya semakin lama tidak tercover. Sehingga uang dari jamaah yang baru sudah dipakai habis, akhirnya mereka tidak diberangkatkan. Nah, setelah kita lidik disitu ada indikasi penipuan dan penggelapannya,” tuturnya.

Sebagai barang bukti, pihak kepolisian mengamankan sepuluh invoice atau kuitansi pendaftaran, empat buah paspor dan koper berlogo biro travel. Akibat praktek penipuan dan penggelapan tersebut, kedua pelapor pun mengalami kerugian sebesar Rp116.400.000. Atas perbuatannya, ILF pun dikenakan pasal berlapis, yakni dikenai pasal 378 tentang penipuan, 372 tantang penggelapan dan pasal 64 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. Untuk korban sendiri, hingga saat ini kepolisian masih fokus menangani dua korban yang sudah resmi membuat laporan. Namun dikatakan Suwitno, melihat biro travel umroh tersebut sudah beroperasi sejak tahun 2007, tidak menutup kemungkinan masih banyak korban-korban lainnya.

“Diperkirakan akan ada korban lain. Tapi, sekarang kita fokus menangani dua pelapor dulu, kasus ini akan terus kita kembangkan,” kata Suwitno. (CP-02)

Be the first to comment on "Lakukan Penipuan dan Penggelapan, Polisi Ringkus Salah Satu Biro Travel Umroh Kota Cirebon"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*