Kurang Komputer, SMPN 4 Pesimis Laksanakan UNBK Mandiri

Foto : Ilustrasi
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)

KESAMBI – SMPN 4 merupakan salah satu sekolah yang mendapatkan bantuan 21 unit komputer, termasuk jaringan dan server dari pemerintah pusat. Meski diberikan komputer, SMPN 4 pesimis bisa menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara mandiri. Pasalnya, antara jumlah siswa dan komputer yang ada tidak sebanding.

Kepala SMPN 4 Kota Cirebon, Elang Tomi Iplaudin mengatakan, ada beberapa SMP negeri yang mendapatkan bantuan komputer, jaringan dan server dari pemerintah pusat, salah satunya adalah SMPN 4. Meski sudah dapat bantuan, akan tetapi pihaknya kemungkinan besar tak menyelenggarakan UNBK mandiri, lantaran masih kurang komputer yang cukup banyak.

“Kita memiliki murid sekitar 500 siswa/siswa dan memiliki laptop sekitar 40 unit jika dihitung dengan komputer lama. Sedangkan kalau dibuat minimal tiga sesi tentu harus ada 120 unit lagi, karena kebutuhan kita sekitar 160 unit komputer,” ujar Elang Tomi kepada Cirebonpos, Selasa (5/12).

Tomi menyebutkan, penyelenggaraan UNBK tak memungkinkan dilaksanakan secara mandiri. Sebab masih terkendala sarpras komputer, jaringan dan server. Dan kalau meminjam laptop ke orang tua tentunya ada juga yang mampu dan tidak mampu.

“Kalau dipaksakan juga, tentu anak-anak juga belum tentu mampu operasikan komputer. Karena mereka tak mendapatkan mata pelajaran (mapel) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam kurikulum Kurtilas yang dihilangkan,” paparnya.

Tomi menuturkan, kalaupun pemerintah mengiyakan 100 persen pelaksanaan UNBK. Tentunya perlu pengadaan sarpras yang sangat luar biasa dan hal itu dapat membebani APBD pemerintah daerah. Sehingga kalaupun iya direalisasikan sarpras tentu tak semua, paling juga bertahap.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, H Jaja Sulaeman mengatakan, apabila semua SMP negeri menyelenggarakan UNBK tentu membutuhkan biaya yang cukup besar dan hal itu akan membebani APBD. Meski demikian pihaknya sudah mengajukan sarpras komputer, jaringan dan server yang bisa direalisasikan  secara bertahap. Jaja mencontohkan, kalau satu sekolah menyelenggarakan UNBK mandiri minimal tiga sesi dengan jumlah murid sekitar 300. Maka harus memiliki sekitar 100 unit komputer.

”Makanya saya sudah sarankan untuk meminjam ke SMA/SMK, pinjam laptop ke orangtua siswa atau guru bisa dimanfaatkan. Sehingga bisa melaksanakan UNBK mandiri,” pungkasnya. (CP-06)

Be the first to comment on "Kurang Komputer, SMPN 4 Pesimis Laksanakan UNBK Mandiri"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*