Kembali Dipanggil KPK, Marzuki Alie Sebut Sohibul Iman Berperan Sahkan Anggran e-KTP

Foto : Ist
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI

JAKARTA –  Mantan Ketua DPR RI, Marzuki Alie kembali diperiksa sebagai saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam kesempatan tersebut, Marzuki membantah keterlibatan dirinya dalam proses pengesahan anggaran proyek e-KTP.

“Saya bukan yang mengesahkan, karena dipimpin Wakil Ketua DPR RI bidang keuangan. Untuk APBN itu bidang keuangan. Ketua DPR lintas seluruh komisi. Paripurna (juga, red) enggak ikut,” kata Marzuki Alie usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Gedung KPK, Jakarta, Senin(8/1) seperti dikutip dari Akurat.co

Menurut Marzuki, pengesahan anggaran proyek e-KTP tahun 2011-2012 itu disahkan oleh Wakil Ketua DPR Bidang Keuangan pada waktu itu. Sehingga, dirinya bersikeras membantah terlibat atas perkara korupsi e-KTP. Lebih lanjut, eks politisi Partai Demokrat itu pun menegaskan, tak pernah menerima uang dari hasil bancakan mega proyek sebesar Rp5,9 triliun itu.

“‎Walaupun Ketua DPR, saya tidak pernah bersinggungan masalah itu. Jadi, itu aja penjelasannya,” ungkap Marzuki.

Adapun untuk Wakil Ketua DPR RI ketika kepemimpinan Marzuki Alie terdiri dari Priyo Budi Santoso, Wakil Ketua Bidang Politik dan Keamanan, Pramono Anung di Bidang Industri dan Pembangunan, Anis Matta tahun 2009-2013 dan digantikan oleh Sohibul Iman tahun 2013-2014 sebagai Bidang Ekonomi dan Keuangan dan Marwoto M tahun 2009-2010 digantikan oleh Taufik K tahun 2010-2014 Bidang Kesejahteraan Rakyat.

Marzuki sendiri diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudiharjo.

Dalam pemeriksaan, Marzuki Alie menjelaskan, bahwa dirinya sama sekali tak mengenal Anang. Sehingga, ia pun tak dapat menjelaskan lebih detail soal peran Anang maupun proses pengadaan e-KTP dari pihak swasta. Kendati demikian, pemeriksaan terhadap Marzuki ini merupakan pemeriksaan ketiga dimana sebelumnya ia pernah dimintai keterangannya atas perkara Andi Agustinus alias Andi Narogong dan Setya Novanto, beberapa waktu lalu.


‎”‎Saya sebagai saksi dengan pertanyaan yang sama. Cuma tersangkanya beda. Jadi pertama itu Andi Narogong, lalu SN (Setya Novanto, red) di copy paste saja. Yang sekarang ini siapa namanya, Anang. Juga pertanyaannya sama. Enggak ada yang baru, hanya klarifikasi saja. Enggak ada yang bisa kasih keterangan, karena memang tidak pernah ikut-ikutan masalah e-KTP,” paparnya.

Dalam perkara e-KTP, nama Marzuki masuk dalam dakwaan jaksa KPK terhadap Irman dan Sugiharto, menerima sejumlah uang senilai Rp20 miliar. Kendati begitu, di berbagai kesempatan, Marzuki Alie tetap membantah ikut terlibat kasus e-KTP. (CP-10)

Be the first to comment on "Kembali Dipanggil KPK, Marzuki Alie Sebut Sohibul Iman Berperan Sahkan Anggran e-KTP"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*