Kalibrasi Arah Kiblat Ummat Islam, BMKG: Penting Memanfaatkan Posisi Matahari Diatas Ka’bah

Foto : Ist
Kalibrasi Arah Kiblat.

JATIWANGI – Dalam setahun, Matahari akan bergerak semu dari posisi 23,5o
Lintang Selatan (LS) ke 23,5o Lintang Utara (LU) dan sebaliknya. Akibat gerak semu ini, pada tanggal tertentu Matahari akan tepat berada di atas suatu bangunan atau kota yang posisinya berada di antara 23,5o Lintang Selatan ke 23,5o LU.

Hal ini seperti yang diungkapkan BMKG pusat melalui Forecaster BMKG Jatiwangi, Ahmad Faa Iziyn kepada Cirebonpos, contoh hal ini adalah saat Matahari tepat berada di atas Ka’bah, yang merupakan arah pusat kiblat bagi ummat Islam. Mengingat posisi Ka’bah berada di 21o 25’ 21” LU dan 39o 49’ 34” BT, dalam setahun Matahari akan tepat berada di atas Ka’bah sebanyak dua kali, yaitu pada tanggal 28 Mei pukul 12 : 18 Waktu Arab Saudi atau pukul 16 : 18 WIB atau pukul 17 : 18 WITA atau pukul 18 : 18 WIT. Waktu toleransinya adalah pada tanggal 26 s.d. 30 Mei. Dan pada tanggal 16 Juli pukul 12 : 27 Waktu Arab Saudi atau pukul 16 : 27 WIB atau pukul 17 : 27 WITA atau pukul 18 : 27 WIT. Waktu toleransinya adalah pada tanggal 14 s.d. 18 Juli. Pada waktu-waktu tersebut, umat Islam dapat melakukan kalibrasi arah kiblatnya. Proses kalibrasinya adalah sebagai berikut, kata dia, sesuaikan jam yang akan digunakan untuk kalibrasi arah kiblat ini dengan jam atom BMKG dan gunakan alat yang dapat dijadikan tegak lurus pada tanah yang datar untuk kalibrasi arah kiblat
ini. Alat ini bisa berupa bandul yang digantung atau tiang pancang atau dinding bangunan yang
benar-benar tegak lurus terhadap tanah yang datar. Dan lakukan proses kalibrasi sejak 5 menit sebelum waktu yang ditentukan di atas hingga 5 menit
sesudahnya. Serta, masih kata Faa Iziyn, perhatikan arah bayangan yang terjadi pada alat yang digunakan untuk kalibrasi arah kiblat ini. Tarik garis dari ujung bayangan hingga ke posisi alat. Garis yang ditarik itu arah kiblat yang sudah dikalibrasi dengan posisi Matahari saat tepat berada di atas Ka’bah.
Sebagaimana dilihat, waktu kalibrasi arah kiblat tersebut terjadi pada saat Matahari sudah terbenam
di wilayah Indonesia Timur dan sebagian Indonesia Tengah. Karena itu, bagi umat Islam yang berada di
wilayah Indonesia Timur dan sebagian Indonesia Tengah, perlu dilakukan kalibrasi arah kiblat di selain
kedua waktu tersebut. Hal ini dapat dilakukan saat Matahari tepat berada di atas wilayah yang merupakan antipodal Ka’bah. Wilayah ini berada di 21o 25’ 21” LS dan 140o 10’ 26” BT. Matahari akan
tepat berada di atas antipodal Ka’bah ini pada 14 Januari pukul 00 : 30 Waktu Arab Saudi atau pukul 04 : 30 WIB atau pukul 05 : 30 WITA atau pukul 06 : 30 WIT. Waktu toleransinya adalah pada tanggal 12 s.d. 16 Januari. Dan pada 29 November pukul 00 : 09 Waktu Arab Saudi atau pukul 04 : 09 WIB atau pukul 05 : 09 WITA  atau pukul 06 : 09 WIT. Waktu toleransinya adalah pada tanggal 27 November s.d. 1 Desember. Proses kalibrasi yang dilakukan sama sebagaimana diuarakan di atas, terkecuali bagian terakhir diubah
menjadi menarik garis dari posisi alat ke ujung bayangan. Garis tersebut adalah arah kiblat yang sudah dikalibrasi dengan posisi Matahari saat tepat berada di atas antipodal Ka’bah.

“Peringatan, jangan melihat Matahari secara langsung tanpa menggunakan penapis cahaya karena
sangat berbahaya bagi mata,” ungkapnya. (CP-01)

Be the first to comment on "Kalibrasi Arah Kiblat Ummat Islam, BMKG: Penting Memanfaatkan Posisi Matahari Diatas Ka’bah"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*