Jelang Adendum Berakhir, Disperindag Akui Proses Pembangunan Pasar Pasalaran Kurang Maksimal

Foto : CP-02
BELUM MAKSIMAL. Nampak material batu di lokasi pembangunan Pasar Pasalaran masih menumpuk, meskipun adendum akan berakhir.

WERU – Pasca terjadinya kebakaran beberapa waktu yang lalu di Pasar Palasalaran Weru, nampaknya para pedagang belum bisa menempati pasar baru akibat masih dalam tahapan pembangunan. Atas hal itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cirebon mengakui proses pembangunan belum maksimal. Meskipu waktu pengerjaan akan berakhir pada (23/12) mendatang.

Dari pantauan yang dilakukan oleh Cirebonpos pembangunan sampai dengan saat ini para pedagang Pasalaran masih menempati pasar sementara di area terminal Weru Kabupaten Cirebon, terlihat pula dalam tahapan proses pembangunan pasar tersebut masih terus dilakukan oleh para pekerja yang dimana material batu besar pun masih menumpuk didepan pasar.

Eka Hamdani selaku Kepala Bidang Pengembangan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cirebon mengatakan, jika pembangunan Pasar Pasalaran sedang berjalan, namun belum maksimal. Hal itu, akibat distribusi matrial yang belum maksimal.

“Itu terkendala, karena distribusi material yang belum maksimal. Jadi masih belum begitu terlihat pembangunannya,” ungkapnya, Kamis (12/10).

Masih kata Eka, alasan pendistribusian material untuk pembangunan Pasar Pasalaran yang tersendat dikarenakan perlu di seting ulang pendistribusiannya. Sehingga, pengerjaannya belum bisa dilaksanakan. Ketika disinggung dalam pelaksanaan pembangunan pasar dilaksanakan secara adendum, dirinya menyampaikan, jika semua kegiatan pembangunan dilakukan secara adendum, namun belum diketahui akhir pengerjaannya.

“Batas waktu pekerjaan sampai dengan 23 Desember, namun untuk progres pengerjaan pun belum diketahui. Karena perlu penghitungan terlebih dahulu,” tuturnya. (CP-02)

Be the first to comment on "Jelang Adendum Berakhir, Disperindag Akui Proses Pembangunan Pasar Pasalaran Kurang Maksimal"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*