dr Bunadi: RSUD Gunung Jati Lebih Kedepankan Industri Sosial Dibanding Industri Bisnis

Foto : CP-06
Direktur RSUD Gunung Jati Cirebon, dr H Bunadi MKM.

KESAMBI Stelah beberapa waktu yang lalu, komisi C menyakini direktur RSUD Gunung Jati yang baru, yaitu dr Bunadi bisa membawa rumah sakit menjadi lebih baik kedepan. Hal tersebut di respon positif oleh direktur bahwa telah menyiapkan progran jangka dekat, jangka menengah, dan jangka depan yang lebih mengutamakan industri sosial dibandingkan dengan industri bisnisnya. Tentunya mengedepankan pelayanan kepada masyarakat dengan profesional.

Direktur RSUD Gunung Jati Kota Cirebon, dr H Bunadi MKM saat di temui di ruang kerjanya kepada Cirebonpos, Selasa (2/5) mengungkapkan, dalam waktu dekat, program rumah sakit Gunung Jati akan menambah suatu kegiatan pelayanan kepada masyarakat berupa pelayanan kets lab. Dimana, kata dia,  suatu alat yang bisa di gunakan untuk mendiagnosis penyakit jantung dan mengobatinya yang tinggal izin satu lagi dan akan bisa di jalankan. Kemudian, lanjut dia, ada kegiatan pelayanan hematologi, onkologi, dan kalasemia pun akan dibuka. Pelayanan tersebut adalah sebuah pelayanan baru sehingga bisa di klaim oleh BPJS yang tinggal pihaknya menyusun mounya.

“Tidak hanya itu, kami pun akan membagunan IGD terpadu demi memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat,” ungkapnya.

Meski banyak perawat yang baru untuk yang mengatasi pasien yang baru datang di IGD, dr Bunadi mengakui, sebagai rumah sakit pendidikan mau tidak mau peserta didik pun ikut terlibat juga dalam pelayanan terhadap pasien. Meskipun, kata dia, penanganan terakhir tetap di tangani oleh perawat ataupun dokter yang berkompetensi yang terpenting tidak menciderai. Perawat yang baru itu, lanjut dia, perawat yang sedang mengambil profesi seperti koasnya dokter.

“Semua akan diatasi oleh dokter dan perawat yang berkompeten. Kami pun tidak membolehkan perawat yang sedang magang untuk menangani pasien di IGD,” ujarnya.

dr Bunadi menuturkan, rumah sakit kan sebuah industri kesehatan, dimana di dalamnya ada bisnis dan sosialnya. Kalau bicara soal bisnis pastinya ada, namun tidak murni, dan kalau rumah sakit swasta mungkin bisnisnya murni, pendapatan RSUD Gunung Jati dari BPJS sekitar Rp15,5 miliar per bulan untuk biaya rawat jalan, rawat inap, operasional dan semuanya. Dan hampir 80% semua pasien di sini menggunakan BPJS.

“Sisi sosial lebih utama dari pada sisi bisnis. Semua pasien yang ada kita tangani tanpa terkecuali,” tuturnya. (CP-06)

Be the first to comment on "dr Bunadi: RSUD Gunung Jati Lebih Kedepankan Industri Sosial Dibanding Industri Bisnis"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*