Cuci 9 Piring Wali, Keraton Kasepuhan Gelar Tradisi Siraman Sambut Maulid Nabi

Foto : CP-02
SIRAMAN. Nampak Sultam Sepuh XIV Keraton Kasepuhan turut serta membersihkan piring Para Wali bersama abdi dalem pada acara Siraman sambut Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu (25/11).

LEMAHWUNGKUK – Tradisi siraman dan buka Bekasem dilaksanakan oleh Keraton Kasepuhan disetiap tahunnya guna melaksanakan tradisi Grbeg Mulud dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi siraman tahun ini berbeda dengan sebelumnya hanya mencuci 7 piring, karena masuk tahun DAL 9 piring Wali yang di cuci pihak keraton.

Seperti apa yang disampaikan oleh Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat SE, tradisi ini kerap kali dilaksanakan setiap tanggal 5 Maulid yang tepat jatuh pada hari ini, Sabtu (25/11). Prosesi tradisi ini, kata dia, diawali dengan tradisi siraman panjang yang kemudian dilanjut dengan tradisi buka Bekasem ikan. Ada yang berbeda pada pelaksanaan tradisi tahun ini yaitu 9 piring Wali dicuci yang dimana pada setiap prosesi tradisi pada tahun sebelumnya hanya mencuci 7 piring Wali saja. Hal ini dilakukan karena pada tahun ini jatuh tepat pada tahun DAL. Dimana setiap pada tahun DAL ada 9 piring yang harus di cuci, selain tahun DAL adapula tahun Wawo yang juga sama mengeluarkan 9 piring untuk di cuci.

“Yang di cuci 9 piring Wali, 40 piring pengiring, 2 guci, 2 gelas. Piring-piring itu dihiasi kaligrafi nama alloh dan kalimat toyibah dengan usia 700 tahun,” ungkapnya.

Selama ini barang-barang kuno tersebut disimpan dikamar pusaka dalam Arum agar keasliannya tetap terjaga. Acara siraman pun dilaksanakan di Kaputren yang dihadiri oleh ribuan para wargi, kaum Masjid Agung, para abdi dalem dan warga Magersari. Pada prosesi ini ribuan masyarakat saling berebutan air bekas cucian benda pusaka yang dianggap akan membawa berkah. Dijelaskan olehnya, bila makna acara siraman ini menjelaskan bila saat melakukan kegiatan diwajibkan untuk bersih dan suci.

“Sebelum melakukan kegiatan memang harus bersih, agar dapat keberkahan,” ujarnya.

Setelah itu, lanjut Arief, dilanjutkan dengan buka bekasem ikan sebanyak 2 guci yang dipimpin oleh RA Syariefah Isye Permaisuri GSS XIV. Ikan kakap ini diberi rempah-rempah yang dimasukan kedalam guci selama sebulan mulai tanggal 5 safar dan dibuka pada saat ini. Kemudian, bekasem ikan ini di cuci dan dijemur dan kemudian dimasak di dapur Maulid bersama nasi Jimat yang akan dihidangkan pada upacara jimat pada tanggal 12 Maulid yang akan datang.

“Ini adalah tradisi yang setiap tahunnya diselenggaran guna terus menjalankan tradisi sebelumnya,” pungkasnya. (CP-02)

Be the first to comment on "Cuci 9 Piring Wali, Keraton Kasepuhan Gelar Tradisi Siraman Sambut Maulid Nabi"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*