Bisa Dipidanakan, KLH Segel Lokasi Penimbunan Limbah Medis Bernahaya

 

Foto : CP-02
SEGEL LOKASI LIMBAH MEDIS. KLH bersama Polres Kabupaten Cirebon dan Dandim 0620 lakukan penyegelan di lokasi pembuangan limbah medis berbahaya di Panguragan Cirebon, Minggu (10/12).

CIREBON – Ramainya pemberitaan soal adanya limbah B3 rumah sakit yang menumpuk disalah satu TPS yang berada di Desa Panguragan Wetan Kecamatan Panguragan Kabupaten Cirebon. Pasalnya, tumpukan limbah medis rumah sakit ternama dari berbagai daerah di buang sembarangan di lokasi tersebut dan sangat membahayakan. Atas hal itu, Kementetian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Dandim 0620 dan Kapolresta Kabupaten Cirebon menyegel lokasi tersebut, Minggu (10/12).

Kepala Balai Pengamanan Penegakan Hukum Lingkungan dan Kehutanan Wilayah Jawa-Bali, Beny Bastiawan yang ditemui dilokasi mengungkapkan, pihaknya akan mencoba memberikan keteranagan terkait temuan lapangan soal limbah B3 rumah sakit. Karena adanya laporan pengaduan dari masyarakat tersebut, pihaknya beserta rombongan langsung merespon dengan adanya timbunan limbah B3 rumah sakit. Beny langsung meninjau lokasi pembuangan serta penimbunan B3 selama dua hari yang kemudian melakukan verifikasi yang diasumsikan seluas 2500 m2 ini dianggap sudah menjadi lokasi pembuangan serta penimbunan limbah B3 rumah sakit.

“Kami akan melakukan investigasi awal. Karena mengacu ke Undang-Undang nomor 32 tahun 2009 pasal 104 menyebutkan bahwa dampak limbah medis lingkungan bahaya. Dan ada konsekuensi hukum terhadap usaha penimbunan dengan ancaman 3 tahun dan denda Rp3 miliar,” ungkapnya, Minggu (10/12).

Setelah 2 hari melakukan peninjauan terhadap lokasi tersebut, pihaknya menyimpulkan pada lokasi tersebut terindikasi limbah B3 dari rumah sakit yang cukup berbahaya. Seperti, infus bekas, jarum bekas, obat kadaluarsa, sample pengambilan darah dan juga jarum suntik bekas yang dijadikan bukti awal sebagai penunjuk guna penyidikan lebih lanjut. Untuk selanjutnya, sesuai dengan tupoksinya KLHK akan melakukan investigasi oleh dua Dirjen yaitu Dirjen penegakan hukum lingkunan dan Dirjen B3.

“Akan ada tim lagi yang turun barang bukti sebagai penunjuk awal untuk investigasi. Barang bukti itu berasal dari beberapa rumah sakit,” jelasnya.

Untuk selanjutnya, transporter akan di periksa begitu juga rumah sakit yang telah membuang limbah B3 nya tanpa pengawasan yang ketat. Dikatakan olehnya, bila hal in baru pertama kali dari kementerian dalam segi penyegelan lokasi pembuangan limbah B3 rumah sakit. Kemudian, pihaknya akan terus melakukan pengembangan bagi pengelola limbah B3 dimana untuk limbah B3 dalam hal mengelola, mengirim dan melakukan pengolahan diwajibkan memiliki izin. Tindakan penyegelan ini, kata dia, untuk memberikan efek jera bagi pihak-pihak yang telah menyalahgunakan limbah B3, penyidik akan menentukan pengembangan kasus ini. Dan disebutkan olehnya bila limbah B3 tidak dapat digunakan untuk barang daur ulang terlebih lagi dalam proses tersebut tidak memiliki izin yang disesuaikan dengan aturan yang ada.

“Mudah-mudahan dalam investigasi bisa cepat dan lancar supaya bisa mengetahui lebih lanjut soal ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Dandim 0620 Kabupaten Cirebon, Letkol Inf Irwan Budiana SE MM yang turut serta meninjau lokasi mengatakan, apa yang terjadi saat ini di lokasi pembuangan limbah B3 rumah sakit itu dianggapnya sangat berbahaya. Dan sesuai dengan proses hukum yang berlaku maka lokasi dilakukan penyegelan. Dirinya pun mengatakan, barang siapa yang mencabut segel atau menghilangkan barang bukti maka hal itu akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Saya berharap agar KLHK jangan terlalu lama. Sehinga bisa cepat dilakukan pemusnahan,” katanya.

Terkait dugaan adanya oknum TNI yang terlibat dalam mengamankan proses daur ulang limbah B3 ini, maka dirinya menegaskan, kepada aparat siapapun yang terlibat akan diserahkan kepada hukun dan tidak ada yang dilindungi. Karena Kodam III sangat tegas soal lingkungan.

“Sisi ketegasan tetap akan disesuaikan dengan aturan kepolisian militer,” ujarnya. (CP-02)

Be the first to comment on "Bisa Dipidanakan, KLH Segel Lokasi Penimbunan Limbah Medis Bernahaya"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*