Bentengi Situs Kuno, DPRD Siapkan Raperda Pemberdayaan Cagar Budaya

Foto : CP-06
Ketua Pansus Pemberdayaan Cagar Budaya, Jafarudin.

KEJAKSAN – Dalam rangka menjaga dan merawat situs budaya di Kota Cirebon, Komisi III DPRD Kota Cirebon membuat prakarsa Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pemberdayaan Cagar Budaya agar kasus seperti makam Suradinaya beberapa waktu lalu, yang dimiliki perorangan dan dipindahkan makamnya tak terulang kembali. Pihaknya pun akan segera menyelesaikan peraturan yang kuat agar kejadian itu tidak terulang kembali. Dan yang terpenting adalah terhindar kesepakatan jual-beli bangunan.

Ketua Pansus Raperda Pemberdayaan Cagar Budaya, Jafarudin mengatakan, dalam penyusunan raperda nanti, pihaknya bersama Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (DKOKP) serta mengajak budayawan untuk mendalami dan menelusuri situs dan cagar budaya baik yang tercantum ataupun tidak.

“Kalau perda ini dibuat, maka setiap tahun ada anggaran pemeliharaan dan perbaikan. Sehingga kedepannya pemda bisa mengalokasikan anggaran untuk melindungi cagar budaya,” ungkap Jafar kepada Cirebonpos, Selasa (25/7).

Dalam pembahasan raperda nanti, lanjut Jafar, komisi III dan DKOKP akan mengundang beberapa ahli sejarah dan arkeologi agar semua sejarah bisa dicatat, sehingga bisa dipelihara dengan baik. Dan dalam penyusunan pihaknya menginginkan mengundang narasumber dan para ahli agar perda yang dibuat ini memiliki kualitas yang sangat baik. Kemudian, pihaknya menargetkan bahwa penyusunan Perda Pemberdayaan Cagar Budaya itu bisa diselesaikan dalam waktu tiga bulan. Sehingga, bulan November bisa ditetapkan.

”Harapanya tahun depan perda ini bisa dijalankan dengan baik. Sehingga semua situs dan cagar budaya bisa terpelihara dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu terpisah, Kepala DKOKP Kota Cirebon, Dana Kartiman menyebutkan, sedikitnya ada sekitar 72 situs dan cagar budaya di Kota Cirebon. Dari jumlah tersebut diduga ada 12 belum catatan secara nasional, 52 budaya cagar budaya kelas daerah, dan sisanya delapan cagar budaya tingkat nasional.

“Dari perda ini, intinya kita ingin membantu melestarikan cagar budaya. Kalau memiliki aturan tidak serta merta membongkar atau pun memindahkannya ke tempat lain secara sepihak,” ujarnya

Kemudian, DKOKP pun, kata dia, berencana membuat tim khusus, termasuk mendatangkan ahli arkelogi. Sebab di Kota Cirebon belum ada yang ahli dibidang tersebut. Dirinya pun berharap perda ini nantinya bisa memberikan pedoman kepada pemerintah dan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan situs dan budaya Cirebon.

“Karena berdirinya sejarah Cirebon tentu ada peninggalannya bukan gedung permanen, tapi makam, dan lain sebagainya,” pungkasnya. (CP-06)

Be the first to comment on "Bentengi Situs Kuno, DPRD Siapkan Raperda Pemberdayaan Cagar Budaya"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*