Bahas Pasar Darurat, PT Inti Janjikan Tak Akan Tutup Jalan

Foto : CP-06
BAHAS PASAR KANOMAN. Komisi II DPRD hadirkan semua pihak bahas soal pasar darurat dan pembangunan Pasar Kanoman, Kamis (14/9) di gedung DPRD.

KEJAKSAN – Penolakan lokasi pasar darurat disepanjang Jalan Winaon, Kanoman, Pecinan, dan Lemahwungkuk menemui titik terang. Pasalnya, Komisi II DPRD Kota Cirebon bersama Perumda Pasar, PT Inti Utama Raya, Keraton Kanoman, IPP, APPSI, SKPD terkait, dan para warga yang memiliki rumah toko (Ruko) melakukan audiensi bersama di gedung DPRD, Kamis (14/9) guna mencari solusi atas penolakan warga yang selama ini terjadi. Dalam kesempatan tersebut, Perwakilan PT Inti berjanji tidak akan menutup akses jalan di lokasi pasar darurat.

Direktur Utama Perumda Pasar Berintan, Akhyadi SE saat beraudiensi mengatakan, bahwa pihak PT Inti Utama Raya sudah melakukan kerjasama sewa lahan pasar kanoman dengan pihak keraton. Nanti, setelah Pasar Kanoman jadi, Perumda Pasar bersama PT Inti bekerjasam dalam pengelolaan manajemen. Di dalam pasar kanoman, kata Akhyadi, ada 1400 pedagang yang nanti ketika pembangunan di mulai, mereka akan menempatkan pasar darurat.

“Yang menempati pasar darurat hanya 1200 pedagang. Kami sudah berusaha mencari alternatif lain untuk lokasi pasar darurat. Tetapi memang sesuai kajian akhirnya lokasi pasar darurat di sepanjang jalan Kanoman, Winaon, Pecinan, dan Lemahwungkuk,” ungkapnya.

Pihaknya sudah mencoba, seperti di terminal Dukuh Semar yang ternyata hanya bisa untuk 700 pedagang, kemudian di Lapangan Kebumen yang tidak memungkinkan karena akan dibangun taman. Kemudian, lanjut dia, hasil saran usulan pedagang kanoman disana bahwa pasar darurat disepanjang jalan Kanoman, Winaon, Pecinan, dan Lemahwungkuk.

“Perijinan sudah dipenuhi semua, temrasuk perijinan pasar darurat. Semua sudah ditempuh secara prosedural, tinggal pembangunan saja,” ujarnya.

Akhyadi memastikan, bahwa semua perijinan sudah ditempuh dan pembangunan tidak lebih dari 1 tahun. Dirinya mengakui bahwa pembangunan pasar darurat akan menjadi ramai, kumuh, serta berdebu. Namun hal itu hanya sesaat, yang nantinya dengan pasar yang baru bisa lebih menjadi pasar yang representatif dengan sarana parkir yang memadai.

Sementara itu, perwakilan PT Inti Utama Raya, Evy Wahyuningsih mengatakan, dirinya meminta maaf karena pimpinan PT Inti tidak bisa hadir karena rapat kali ini informasinya sangat mendadak. Pihaknya sangat berterima kasih kepada keraton, Perumda Pasar serta masyarakat. Dalam membangun pasar darurat, pihaknya memastikan sudah ada kajian untuk akses jalan, parkir, dan kebutuhan arus lalu lintas baik dari dinas perhubungan maupun kepolisian. Dimana sudah diatur sedemikian rupa, sehingga kendaraan pun masih bisa melintas di pasar darurat, karena ada jarak 5 meter di tengah jalan untuk kendaraan.

“Kami membuat kios atau lost tidak akan menutup akses kendaraan, toko tidak akan menjadi sepi karena akan berhadapan dengan pedagang. Kami akan melakukan simulasi di lapangan proses pembangunan pasar darurat, kita akan terus mendiskusikan cara terbaik dari kendala yang dihadapi,” jelasnya

Sementara itu, Ketua Forum Pedagang Pasar Kanoman, Paulus Mulyanto mengatakan, pihaknya sudah keliling ke toko-toko mengenai persoalan menyetujui dan tidak menyetujui pasar darurat. Dari 210 pemilik ruko, hanya 1 ruko yang setuju dan 209 tidak setuju atas lokasi pasar darurat. Yang terpenting, kata dia, adalah konsep pasar darurat yang harus terbuka kepada masyarakat sekitar Pasar Kanoman.

“Kita meminta copian semua perijinan yang telah ditempuh. Dan ada yang menjamin bahwa kelancaran akses kendaraan dan yang lainnya bisa berlangsung lancar serta tidak ada masalah-masalah yang timbul,” ujarnya.

Atas hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, H Watid Shahriar menuturkan, pedagang yang didalam pasar kanoman, para PKL yang di pinggir jalan, serta pemilik ruko di sepanjang jalan Kanoman, Winaon, Pecinan, dan Lemahwungkuk sudah bisa menerima lokasi pasar darurat disana. Akan tetapi, kata dia, para pemilik ruko mengajukan persyaratan, seperti kepastian diberi ruang akses jalan kendaraan, parkir, kebersihan, dan ketertiban bisa dijaga.

“Alhamdulillah, semua persyaratan tersebut bisa di setujui oleh PT Inti sebagai investor maupun Perumda Pasar, dan semua pihak sudah nerima atas lokais pasar darurat disitu,” pungkasnya. (CP-06)

Be the first to comment on "Bahas Pasar Darurat, PT Inti Janjikan Tak Akan Tutup Jalan"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*