Angkutan Online Dibatasi 750 Unit, Dishub Sebut Semua Keputusan Ada di Provinsi

Foto : Dok.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Atang Hasan Dahlan.

KESAMBI – Keputusan Gubernur tentang penetapan wilayah operasi dan rencana kebutuhan angkutan sewa khusus di daerah provinsi Jawa Barat termasuk angkutan online atau yang berbasis aplikasi,┬áterbit pada Desember 2017 lalu. Untuk jumlah angkutan di Metropolitan Cirebon Raya ditetapkan 1.343, dan untuk Kota Cirebon sebanyak 750 unit.

Dalam keputusan itu, Pemprov memutuskan lima wilayah operasi daerah beserta jumlah atau kebutuhan kuota angkutan berbasis aplikasi atau angkutan online tersebut dengan total 7.709 angkutan. Lima wilayah tersebut yakni Metropolitan Bandung Raya, Metropolitan Cirebon Raya, Metropolitan Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, Purwakarta (Bodebekarpur), wilayah operasi daerah Sukabumi, dan wilayah operasi daerah Priangan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon, Atang Dahlan mengatakan, Dishub Provinsi Jawa Barat telah merilis Keputusan Gubernur mengenai kebutuhan angkutan sewa khusus, dan untuk wilayah Cirebon Raya, kata Atang, dibagi lima yakni Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Indramayu, untuk rencana kebutuhan angkutan sewa khusus (kuota), Kota Cirebon kuotanya terbanyak yakni 750 unit, Kabupaten Cirebon 186, Kabupaten Majalengka 279, Kabupaten Indramayu 90 dan Kabupaten Kuningan 56, totalnya sebanyak 1.343 unit.

“Keputusan itu di Dishub Provinsi, jumlah ini itu Provinsi yang menentukan. Dan untuk Wilayah Cirebon Raya totalnya sebanyak 1.343,” kata Atang kepada Cirebonpos, Jum’at (12/1).

Ketika ditanya dengan kondisi Kota Cirebon yang angkutan onlinenya sudah ribuan unit, Atang mengatakan, hal teknis pengurangan dan penambhan kuota itu ada di provinsi. Tentunya dengan berbagai regulasi dan spesifikasi yang akan diatur oleh Dishub Provinsi. Tentu saja, lanjut Atang, apabila penerapan regulasi berjalan dengan konsisten, maka jumlah yang ada pun nanti sesuai dengan regulasi.

“Jadi, keputusan itu semuanya ada di provinsi, kita tidak mengatur secara langsung. Paling, provinsi akan minta rekomendasi kepada kita, mengenai data. Misalnya salah satu koprasi jumlah segini, ya kami sampaikan. Dan mengecek apabila koprasi pusatnya di Bandung, di Cirebon ada perwakilannya tidak, itu kami cek dan data,” pungkasnya. (CP-06)

Be the first to comment on "Angkutan Online Dibatasi 750 Unit, Dishub Sebut Semua Keputusan Ada di Provinsi"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*