Anggota Komisi C Desak Kejaksaan Tuntaskan Kasus Dugaan Penyalahgunaan Alkes Gunung Jati

Foto : CP-06
DIPERIKSA KEJAKSAAN. Direktur RSUD Gunung Jati Cirebon, dr H Bunadi MKM nampak selesai shalat di masjid Kejaksaan Negeri Cirebon, kemarin.

KEJAKSAN – Kasus dugaan penyalahgunaan alat kesehatan rumah sakit Gunung Jati tahun anggaran 2015 senilai Rp13 miliar yang terbagi dua, Rp10 miliar dan Rp3 miliar yang saat ini masuk ke ranah pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Cirebon menjadi perhatian semua pihak. Pasalnya, Direktur RSUD Gunung Jati, dr Bunadi yang sebelumnya menjabat ketua PPK sempat di periksa oleh Kejaksaan dari pagi hingga sore hari. Hal tersebut mendapat respon dari anggota dewan yang mendesak pihak Kejaksaan untuk tidak main-main menuntaskan kasus Alkes 2015 tersebut.

Anggota Komisi C DPRD Kota Cirebon, Fitria Pamungkaswati kepada Cirebonpos, Kamis (25/5) mengungkapkan, kasus dugaan penyalahgunaan alat kesehatan rumah sakit Gunung Jati memang menjadi perhatian semua pihak. Hal tersebut, kata dia, harus menemui titik terang kasusnya seperti apa. Oleh karena itu, kata dia, pihak Kejaksaan Negeri Cirebon harus benar-benar menuntaskan kasus Alkes RSUD Gunung Jati sesegera mungkin, dan jangan sampai berlarut-larut.

“Kejaksaan Negeri Cirebon harus sesegera mungkin menuntaskan kasus Alkes rumah sakit. Dan jangan berlama-lama,” pungkasnya. (CP-06)

Be the first to comment on "Anggota Komisi C Desak Kejaksaan Tuntaskan Kasus Dugaan Penyalahgunaan Alkes Gunung Jati"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*